H O M E
A B O U T
ACTIVITIES
FEATURED MEMBERS
LIBRARY
V-MAC ON MULTIPLY
V-MAC MILING LIST


"Kenali sepedah anda sebagaimana anda mengenal istri anda"



  • Peta Lokasi V-Mac
  • Bike Owner's Manual
  • Gear Up! 2007 Bicycling Guide
  • Contoh Proposal Kegiatan
  • Laporan Kegiatan Genjot Bareng
  • Album Photo V-Mac di Yahoo!
  • Album Photo V-Mac di Multiply

  • Click here to join v-mac
    Click to join V-Mac



    Sinar Bangka
    Roxy Mas Blok C3/31, Jakarta
    Tlp. 021 6331661

    Rodalink
    Jl Gading Bukit Raya,
    Rukan Gading Bukit Indah A 15
    Kelapa Gading, Jakarta
    Tlp. 021 4513628

    Rodalink
    Jl. Margonda Raya 339 F, Depok
    Tlp. 021 7521420

    Rodalink
    Jl. Sulatan Iskandar Musa 30C
    Arteri Pondok Indah, Jakarta
    Tlp. 021 7292465

    Rodalink
    Jl. Ruko Sutra Niaga I No 69
    Alam Sutra, BSD, Tangerang
    Tlp. 021 5398666

    Formula Bike
    Jl. Ir. H. Juanda No. 10 (Depan BCA)
    Tlp. 021 7430150

    PG Bike
    Jl. Raya Vila Permata Lippo Karawaci, Rukan Asia Milenium CI No. 70
    Tlp. 021 55653388

    Bagus Bike
    Komplek Rukan Sektor VII RN 61, BSD
    Tlp. 021 5371115

    Roda Jaya
    Komplek Rukan Sektor 1/2 blok RC IV No 2, BSD, Tangerang
    Tlp. 021 5387269

    Roda Jaya
    Jl. Ciledug Raya No II, Kebayoran Lama
    Tlp. 021 7265476 - 7265481

    Junior BikeBR> Jl. Moh Toha, Tangerang
    Tlp. 021 5520690

    Kamurang Bike
    Jl. Mayor Oking No. 5, Citeureup
    Tlp 021 87942310

    Semeru Bike
    Jl. Dr. Semeru 13, Bogor
    Tlp 0251 - 328354

    Kurnia Bike (3B)
    Jl. Naripan no. 133
    Jl. Ahmad Yani no. 31-33, Bandung
    Tlp. 022 4234974
    Fax: 022 4234337
    HP: 081 660 6662

    TTB
    Jl. Sunda no. 6, Bandung
    Tlp.022 7306843

    Cahaya Rejeki
    Vila Nusa Indah Blok Z5 No. 8,
    Bojongkulur, Jatiasih Bekasi
    HP: 08128177355 (Ayung)

    Toko Alam Baru
    Jl. Malioboro No.151,
    Telp/Fax: 0274-514903,
    Yogyakarta-55271,
    Nama pemilik: Sudjanto

    Toko sepeda ALI - Karawang, Subang dan Purwakarta
    Jl. Veteran No. 1
    Telp. 0264-211764

    The Trekkers Foot Station [Sepatu Khusus MTB]
    Jl. Palagan Tentara Pelajar (Selatan Hotel Hyatt) Sedan 43 Sarihardjo Sleman
    Yogyakarta - Indonesia
    Telp : +62 274 866000
    HP: 08157943358
    Fax : +62 274 866000
    email : ferriisk@yahoo.com, ferri@thetrekkers.com
    web : www.thetrekkers.com

    PEDRO,S PIT-SHOP
    Jl. Kebon Agung Km 4,6, Los Danon Cebongan,Sumberadi, Mlati, Sleman
    Yogyakarta - INDONESIA
    contact person : 0816972823
    Selasa, 08 Januari 2013
    7 Manfaat Gowes untuk Kesehatan

    Akhir-akhir ini, minat masyarakat terhadap olahraga bersepeda terus meningkat. Hal ini dapat dilihat dari terus bermunculannya komunitas olahraga bersepeda yang baru.

    Bersepeda merupakan salah satu jenis olahraga yang menarik dan dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa memandang status usia dan jenis kelamin. Beberapa penelitian bahkan telah menunjukkan sejumlah keuntungan dari aktivitas sederhana ini sebagai alat untuk mempromosikan kesehatan secara keseluruhan.

    Ingin tahu lebih banyak apa saja manfaat kesehatan dari ngegowes? Berikut ini adalah ulasannya:

    1. Bersepeda baik untuk jantung Anda: Olahraga bersepeda erat hubungannya dengan peningkatan kebugaran kardiovaskular atau kesehatan pembuluh darah dan jantung, serta penurunan risiko penyakit jantung koroner.

    2. Bersepeda baik untuk otot-otot: Mengendarai sepeda sangat baik untuk mengencangkan dan membangun otot terutama di bagian bawah tubuh seperti betis, paha, dan bagian belakang.

    3. Menjaga ukuran pinggang tetap ideal: Anda dapat membakar banyak kalori saat bersepeda, terutama ketika harus menggowes lebih cepat daripada biasanya. Bersepeda tidak hanya efektif dalam membantu Anda menurunkan berat badan, tetapi juga meningkatkan metabolisme tubuh.

    4. Perpanjang umur: Bersepeda adalah cara yang terbaik untuk meningkatkan umur Anda. Sejumlah riset menunjukkan bahwa melakukan aktivitas bersepeda secara rutin telah dikaitkan dengan penambahan usia, bahkan ketika harus disesuaikan dengan risiko cedera saat mengendarai sepeda.

    5. Bersepeda baik untuk koordinasi: Aktif menggerakan kedua kaki untuk mengayuh, sementara kedua tangan mengendalikan kemudi merupakan praktik yang baik untuk melatih keterampilan koordinasi tubuh Anda.

    6. Baik untuk kesehatan mental: Bersepeda telah dikaitkan dengan peningkatan kesehatan mental.

    7. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh: Bersepeda dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, sekaligus menjadi alat proteksi terhadap jenis penyakit kanker tertentu.

    Sumber: www.kompas.com

    Label:

    Jumat, 02 Mei 2008
    SEPEDA; dari"velocipede" hingga "pit"
    Bersepeda adalah sebuah kegiatan rekreasi atau olahraga, serta semacam transportasi darat yang menggunakan sepeda. Banyak penggemar bersepeda yang melakukan kegiatan tersebut di berbagai macam medan, misalnya bukit-bukit, medan yang terjal maupun hanya sekedar berlomba kecepatan saja. Olah raga bersepeda profesional dinamakan balap sepeda (wikipedia).

    Dari "Velocipede" hingga "Pit"

    Bicara tentang sepeda kerap membuat kita berpikir tentang asal-usul nama yang diberikan oleh bangsa yang mengklaim sebagai penemunya. Jerman boleh bangga memiliki Baron Karl Drais, dengan draissienne- nya, tetapi kosakata Perancis velocipede-lah yang lebih populer untuk menyebut leluhur sepeda modern.

    Columbia Encyclopedia menyebutkan bahwa kereta angin ini telah dikenal sejak awal abad ke-18. Dan, selama bertahun-tahun velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk pada hasil rancang bangun kendaraan beroda dua yang digerakkan tenaga manusia, dengan variannya yang beroda tiga dan empat.

    Usut punya usut, velocipede berhubungan erat dengan dua kata dalam bahasa Latin, velox atau turunannya veloc- (cepat, laju) dan pes atau pedis (kaki). Dua kata ini cukup klop dengan tujuan sepeda, membantu penunggangnya bergerak lebih cepat menggunakan pedal yang digerakkan kaki.

    Zaman berganti, dan Perancis tetap memakai kata velo untuk sepeda hingga sekarang. Bangsa Inggris lebih suka menyebutnya bicycle, merujuk pada struktur kata tricycle yang digunakan untuk menamai velocipede beroda tiga. Kata ini diadopsi habis oleh bangsa jiran yang menyebutnya sebagai "basikal".

    Konon, velocipede dibawa bangsa Portugis masuk Nusantara, dan dengan kreativitas hasil kolaborasi indera dengar dan ucap, lahirlah kata sepeda. Ketepatan asal-usulnya tentu menjadi otoritas pakar etimologi, tetapi tak bisa dimungkiri sepeda sangat populer sehingga beberapa suku bangsa memiliki cara sendiri untuk menyebutnya.

    Orang Sunda memilih kata sapedah. Sebagian suku di Aceh menyebutnya keutangen atau keutanging, yang ternyata berasal dari pengucapan singkat kata keureta angen, atau kereta angin. Bahasa Jawa punya nama yang jauh lebih singkat: pit. Mudah diduga mereka mendapatkannya dari kata bahasa Belanda, fiets, yang artinya, ya sama, sepeda.


    Cepat populer
    Sepeda tak hanya menarik karena asal-usul namanya saja. Alat transportasi ini cepat populer dan mudah diterima pada masanya karena mampu mengakomodasi pengendara yang mengenakan rok, gaun, kain, atau sarung, meski kini penanda "jenis kelamin" sepeda tak lagi terlalu signifikan.

    Selebaran bulanan Hiruk Pikuk, yang ditukangi sejumlah mahasiswa Yogyakarta pertengahan 1990-an, dalam edisi tentang sepeda menulis penanda kelamin primer ditentukan oleh "gelagar penghubung sistem rangka batang pada sadel dan setang". Adapun penanda sekundernya adalah, tentu saja, bangun fisik penunggangnya.

    Karena itu, masyarakat Jawa mengenal istilah sepeda cowok, pit lanang, untuk sepeda dengan gelagar mendekati horizontal yang memaksa penggunanya memakai celana pendek atau panjang. Sebagai pasangannya ada pit wedhok, yang batang penghubungnya terpasang miring untuk menciptakan ruang gerak kayuh yang lebih leluasa.

    Terlepas jenis kelamin sepedanya, pada umumnya orang memulai kegiatan bersepeda dengan cara yang sama. Duduk di sadel, tangan mencengkeram setang, satu kaki menjejak tanah, kaki lainnya di atas pedal, pedal dikayuh ke depan, dan sepeda pun melaju. Pada proses berhenti, penunggang menekan rem, dan satu kaki diturunkan untuk menjaga keseimbangan.

    Namun, pada tingkat yang lebih mahir, penggunaan tenaga berlebihan untuk genjotan pertama dapat dikurangi. Sang penunggang akan berdiri di samping sepeda, kaki kiri di atas pedal, kaki kanan menjejak tanah sambil mendorong hingga sepeda melaju. Setelah itu, kaki kanan dipindahkan ke pedal, sang pengguna dapat duduk, dan sepeda pun melaju bersama angin.... (Sumber: KOMPAS

    Label: ,

    Pemeliharaan dan Perawatan Sepeda
    Sepeda yang terawat dan terpelihara dengan baik akan memberikan performa yang baik juga. Seperti halnya sepeda motor yang memerlukan perawatan berkala, maka sepeda pun memerlukan tindakan perawatan berkala yang akan menghasilkan:
    • Sepeda akan berjalan dengan halus
    • Komponen sepeda menjadi lebih awet
    • Sepeda menjadi lebih aman dikendarai
    • Biaya perbaikan sepeda akan lebih murah
    • Mencegah terjadinya kerusakan ditengah perjalanan

    Di bawah ini adalah jadwal pelumasan sepeda yang dapat anda lakukan sendiri agar sepeda anda dapat memberikan performa seperti diatas:



    Catatan:
    Rantai sepeda dicuci dengan cara disikat menggunakan sabun, kemudian setalah dikeringkan dilumasi menggunakan chainlube, sehingga tidak macet/berkarat.

    Label:

    Keselamatan Bersepeda


    Dalam setiap kegiatan apapun, termasuk kegiatan bersepeda, maka akan ada bahaya dan resiko yang mengiringinya. Untuk mengurangi bahaya yang mengancam maka perlu memperhatikan tindakan keselamatan bersepeda. Berikut ini beberapa tindakan untuk keselamatan bersepeda, khususnya di jalan raya bagi pesepeda ulang-alik (commuter) yang dapat perlu di sebagai berikut:


    1. Patuhi semua peraturan dan rambu-rambu lalu-lintas.
    2. Gunakanlah helm, sarung tangan, kaca mata, dan sepatu.
    3. Pastikan bahwa ukuran sepeda sesuai dengan pengendara, sehingga pengendara dapat menjangkau tuas rem dengan benar.
    4. Pastikan rem dan bagian-bagian sepeda lainnya berfungsi dengan baik.
    5. Gunakan lampu depan dan belakang jika menggunakan sepeda dimalam hari. Menggunakan reflektor saja tidak cukup.
    6. Jangan pernah dua orang menggunakan sepeda yang didesain untuk penggunaan satu orang.
    7. Bersepeda jangan pernah bertumpu pada kendaraan lain.
    8. Jangan mengebut dalam kepadatan lalu lintas.
    9. Waspada terhadap mobil yang diparkir (pintu mobil dapat terbuka setiap saat) dan mobil yang keluar dari gang atau mobil yang masuk ke jalan.
    10. Gunakan tanda-tanda yang jelas ketika akan berbelok arah, misalkan dengan mengangkat tangan.
    11. Jangan mengangkut muatan yang dapat menggangu fungsi pengereman atau menghalangi penglihatan.


    "We can eliminate a hazard, but we can't eliminate risk !"

    Label:

    Selasa, 29 April 2008
    Tips Bike to Work (B2W)
    Anda akan memulai b2w? atau sudah beberapa kali melakukan kegiatan ini? tulisan ini aku dedikasikan kepada mereka yang dengan rela mengeluarkan keringat dan meninggalkan kendaraan bermotor mereka di rumah, hanya untuk genjot sepeda ke kantor alias b2w.

    B2W adalah kegiatan yang mulia, idealisme yang rasanya sangat jarang ditemui di negeri ini. bayangkan, di tengah-tengah asap kendaraan bermotor, di antara iming - iming iklan kredit motor yang luar biasa, di bawah terik mentari pagi, mereka dengan tekun mengayuh pedal, kayuhan demi kayuhan. sesungguhnya mereka ini para pelaku b2w layak mendapatkan apresiasi setinggi - tingginya.

    B2W membawa beberapa konsekuensi. pertama anda harus keluar duit buat beli sepeda dan asesoris bersepeda seperti helm dan sarung tangan. ini jelas kan? kedua, anda harus berlatih fisik dulu sebelum memulai b2w agar tidak pingsan di jalan dan jadi tontonan orang. ketiga, anda harus bangun lebih pagi untuk pergi ke kantor. anda harus siapkan segala keperluan seperti baju ganti, handuk, sabun, pewangi ke dalam tas malam hari sebelum b2w. keempat, anda harus cek dulu segala perlengkapan sepeda agar ready for b2w. pengecekan ini meliputi tekanan ban, locking quick release, fungsi rem, fungsi shifter, serta lampu kalau memang harus jalan malam. dan terakhir, jangan tidur terlalu malam. siapkan fisik dan psikis anda menghadapi hutan rimba jalanan yang tidak ramah.

    Bangun pagi, setelah mandi, pastikan anda bisa sarapan terlebih dahulu. jangan sepelekan kegiatan satu ini. anda bukan robot. usai sarapan dan siapkan sepeda, jangan lupa menggunakan helm, sarung tangan, dan masker. sebelum mulai genjot, pamit pada orang rumah, entah istri, anak2, ataupun orang tua. ada baiknya lakukan juga perenggangan badan ringan beberapa menit.

    Genjotlah perlahan - lahan agar otot - otot kaki anda lemas dan mendapat pemanasan secukupnya. setelah kayuhan terasa ringan mulailah tingkatkan speed sebatas kemampuan anda. ingat jangan terburu nafsu untuk memacu sepeda anda. tujuan anda adalah kantor bukan rumah sakit.

    Jangan lawan kendaraan bermotor, tetaplah fokus pada sepeda dan jalan di sekeliling anda. kalau ada angkot tiba-tiba berhenti di depan anda, tidak perlu marah, ingat anda lebih terpelajar dan bisa berpikir lebih jernih. cukuplah lewati angkot tadi dan berhentilah tepat di depannya lalu pura - pura membetulkan roda sepeda kira - kira 3 menit lamanya. eits, yang terakhir ini jangan ditiru dan dipraktekkan!

    Jangan mengambil jalur terlalu tengah. lebih aman tetap di paling kiri dan kalau perlu, semisal macet, ambil trek tanah atau trotoar di kiri jalan. awas, waspada terhadap lubang menganga yang kadang ada. alih - alih melewati macet, bisa - bisa anda malahan terperosok lubang dan harus pulang balik ke rumah.

    Kemampuan anda menjaga emosi dan bertahan dari segala rintangan sangat diperlukan. bulatkan tekad bahwa anda harus mampu menyelesaikan sesi b2w hari itu. angin besar yang akhir - akhir ini melanda negeri ini merupakan siksaan yang tiada tara bila anda harus melawannya. belum lagi kalau hujan turun. lengkaplah sudah.

    Sesampai di kantor, cari parkiran dan jangan lupa kunci sepeda kesayangan anda. bilamana perlu titipkan pada satpam setempat. setelah itu mandi dan ganti baju kerja.

    Setiap kali melakukan b2w bersiaplah menerima bermacam ekspresi orang kantor. ada yang tidak percaya, ada yang seolah mencibir dan mencemooh, namun tidak jarang ada yang memuji serta memberikan apresiasi terhadap apa yang telah kita lakukan. gunakan saja saat - saat itu untuk mengkampanyekan gerakan b2w. (dikutip dari http://asbindro.wordpress.com)

    Label:

    Tips Bersepeda

    Bersepeda bisa meningkatkan stamina dan menjaga tubuh agar tetap fit. Disamping itu perlu diwaspadai resiko terjadi impotensi bagi pesepeda, khususnya bagi yang mengalami kecelakaan saat bersepeda.

    Seorang ahli survival dari rumah sakit Pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia, Dr. Siswo P. Santoso, Sp.F mengatakan kebanyakan kasus impotensi pada pesepeda diakibatkan kecelakaan-akibat jatuh atau salah duduk sehabis melawati rintangan yang membuat buah zakar terpelintir (torsio). Kondisi ini harus ditangani dalam waktu 10-15 menit untuk menghindari kerusakan secara permanen.

    Sedangkan direktur The Male Clinic, Dr. Harin Padma Nathan menyebutkan, dia menangani 50 hingga 100 kasus impotensi yang berhubungan dengan sepedadalam setiap tahunnya. Kebanyakan kasus tersebut berawal dari kecelakaan yang mengakibatkan si pengendara jatuh ke pipa bagian atas sepeda.

    Untuk menghindari bahaya impotensi yang dapat terjadi pada pesepeda, sebaiknya perhatikan tip berikut ini:

    1. Sesuaikan posisi sadel, dengan mengarahkan hidung sadel beberapa derajat ke bawah untuk meringankan tekanan pada pangkal paha.
    2. Sesuaikan ketinggian sadel dengan mengatur seat post sehingga saat saat kaki anda berada pada posisi terbawah di setiap kayuhan pedal, lutut harus sedikit menekuk, agar kaki lebih banyak memikul beban tubuh.
    3. Waspada bila menggunakan stang aero (tambahan pegangan yang biasanya digunakan oleh para atlit triathlon, karena posisi ini membut anda cenderung duduk di ujung sadel yang imbasnya meningkatkan tekanan pada pangkal paha.
    4. Sesuaikan jenis sadel dengan tulang duduk, gunakan sadel dengan permukaan yang lebih lebar.
    5. Mengayuh sambil berdiri tiap 10 menit sekali untuk melancarkan peredaran darah pada pangkal paha anda.
    6. Gunakan kaki anda untuk meredam getaran saat anda melewati berlubang atau kubangan, polisi tidur, atau jalan berbatu, bila perlu tahan kayuhan dan bangkit dari sadel.
    7. Periksa ukuran sepeda anda. Pada sepeda gunung pipa atas sepeda harus mempunyai jarak 3 - 4 inchi di bawah pangkal paha jika anda berdiri denan kaki lurus dia atasnya.
    8. Jangan anggap remeh apabila "perkakas" anda mati rasa, karena hal itu merupakan indikasi bahwa berat badan anda menekan saraf-saraf serta pembuluh darah anda.

      (--dikutip dari Mens Health Magazine/Nov 2006--)

    Label:

    Senin, 28 April 2008
    Bike Anatomy

    Description:
    1. top tube
    2. sadle
    3. seatpost
    4. seatstay
    5. seatclam
    6. seattube
    7. cassete
    8. rear derailleur (rd)
    9. chainstay
    10. chainring/crankset
    11. pedals
    12. downtube
    13. spoke
    14. rim
    15. hub
    16. front diskbrake
    17. tire
    18. fork
    19. headtube
    20. brake lever
    21. shifter
    22. handlebars dan stem

    Label:

    Selasa, 22 April 2008
    Mengatur Posisi Sadle
    Ketika anda merasa sakit ketika bersepeda (terutama dalam waktu lama) kebanyakan orang cendrung mengubah posisi sadle secara drastis, sejenak mungkin terasa nyaman kemudian masalah baru muncul.
    Sakit anda berpindah ke lutut, punggung atau bahkan tangan.
    Berikut beberapa tips untuk menyesuaikan posisi duduk anda, dan juga beberapa rekomendasi jika setelah menyesuaikan posisi duduk tidak mengurangi rasa tidak nyaman anda...


    Pakaian Bersepeda
    Ketika anda mencoba mencari posisi duduk yang nyaman, cara yang terbaik adalah menggunakan celana sepeda yang memang sudah di design untuk bersepeda.

    Usahakan sadle selalu rata
    Cara termudah adalah mendongakkan atau merundukkan posisi sadle. Tetapi jangan merubahnya lebih dari 3 derajat lebih rendah atau tinggi dari 180 derajat (posisi sadle wanita biasanya lebih merunduk sedangkan pria lebih mendongak), jika tidak anda akan beresiko cidera.

    Jangan merubah posisi duduk untuk dapat menjangkau stang (handlebar)
    Kesalahan lain adalah anda merubah posisi sadle supaya anda lebih nyaman ketika menggapai stang (handlebar). Ketika anda merasa stang (handlebar) terlau jauh dari jangkauan anda, lalu anda merubah posisi sadle lebih maju kedepan, memang ini menyelesaikan problem anda dalam menggapai stang, posisi duduk(sadle) seharusnya berhubungan dengan pedal/pijakan, dengan posisi sadle yang sesuai dengan pedal, maka dapat mengurangi kemungkinan cedera kaki dan memperbesar tenaga anda ketika mengendarai sepeda.
    Cara yang benar supaya anda nyaman dalam menggapai stang (handlebar) adalah pertama sesuaikan posisi sadle anda dengan pedal, kemudian ganti stem (penahan handlebar) dengan yang lebih pendek atau lebih panjang atau juga lebih rendah/lebih tinggi.

    Coba sadle baru
    Setelah mencoba cara diatas dan bokong anda masih terasa sakit ketika mengendari sepeda, kemungkinan sadle anda tidak cocok dengan anatomy bokong anda. Cobalah cari sadle yang nyaman dan sesuai dengan anatomi bokong anda, atau mungkin pula cara anda mengendarai sepeda yang harus di perbaiki lagi.

    Jangan lupa sesekali berdiri di pedal ketika mengendarai sepeda dalam waktu yang lama.

    Diambil dari: http://greatadventuresports.com/site/tips.cfm

    Label:

    Senin, 10 Maret 2008
    HARD TAIL atau FULL SUSPENSION
    Sepeda gunung ada yang dilengkapi suspense depan saja (hard tail), ada juga yang memiliki suspense depan dan suspense belakang (soft tail atau full suspension). Ketika menanyakan hal ini, biasanya para pemula akan disarankan memulai dengan hard tail. Alasannya antara lain agar pemula terlebih dahulu membiasakan diri dengan sepeda yang lebih ringan, efisien dalam mengayuh, mudah dalam pengendalian, sederhana dalam perawatan, dan lebih murah. Baru setelah jam terbangnya dengan hard tail cukup banyak dapat beralih ke full suspension (fulsus).

    Gbr. 01 Sepeda jenis hardtail


    Saat ini sudah banyak yang langsung menggunakan fulsus tanpa harus memiliki jam terbang hard tail. alasannya adalah, kini banyak sepeda fulsus yang memiliki performa dan efisiensi mendekati hard tail. Untuk sepeda “kelas atas” umumnya sudah memiliki performa yang dibutuhkan. Bila anggaran memadai tidak ada salahnya langsung mencoba fulsus.

    Gbr. 02 Sepeda jenis softail


    Begitu pula bagi orang-orang yang baru memulai sepeda pada usia 30-an ke atas, memilih fulsus akan membuat bersepeda menjadi lebih nyaman. Tentunya yang dipilih bukan fulsus “asal jadi” yang memiliki efek “bobbing“ cukup besar, sepeda ini bukan memberikan kenyamanan tetapi justru menyengsarakan. Bahkan bias membuat kapok bersepeda.

    Satu hal yang pasti, pemula disarankan membeli sepeda cross country terlebih dahulu. Baik untuk hard tail ataupun fulsus. Jangan membeli sepeda free ride apalagi down hill.

    Agar tidak salah dalam menentukan pilihan, sebaiknya tentukan dulu berapa budget belanja untuk sepeda anda. Jika memiliki budget Rp 700 ribu, carilah seped seharga itu. Jangan tergiur dan kebablasan membeli sepeda di atas budget yang disedakan.
    Tentunya semakin mahal harga sepeda, akan semain baik baik pula kualitasnya. Tetapi anda juga harus berhati-hati dengan barang mahal yang dijual. Usahakan untuk meneliti barang sebaik mungkin, dan cocokan dengan data yang ada peroleh dari berbagai sumber, bias dari internet atau took-toko sepeda yang lain.

    Memiliki sepeda murah tidak berarti pemiliknya hina, memiliki sepeda mahal juga tidak menandakan pemiliknya mulia. Ini hanya masalah seberapa tebal kantong anda. Bagi yang berpenghasilan Rp 1,5 juta per bulan, ponsel seharga Rp 350 ribu sudah mencukupi. Tapi bagi yang berpenghasilan Rp 10 juta per bulan tentunya tidak. Analogi ini berlaku pula dalam memiliki sepeda. Dari yang berharga Rp 500 ribu-an sampai puluhan juta rupiah juga ada.

    Dari pada mempersoalkan gengsi, lebih penting bagi anda untuk membuktikan bahwa sepeda murah tetap lebih jago di tanjakan, lebih piawai di medan off road, dan lebih kuat endurance-nya. Sambil tentu saja sisihkan penghasilan agar ke depannya dapat meng-upgrade atau membeli sepeda yang lebih sesuai. (sindo)

    Label: ,

    FULL BIKE ATAU RAKITAN?

    Sepeda gunung bisa dibeli dalam bentuk jadi atau rakitan yang komponennya bisa kita tentukan sendiri. Sebagai pemula mana yang anda pilih?



    Pilihan pertama membeli sepeda jagdi (full bike), berarti tinggal dating ke took, pilih sepeda yang sesuai, bayar, dan langsung pakai. Jika anda tidak mau repot, dan bersepeda bagi anda hanya untuk berolahraga dan sebagai sarana transportasi alternative, maka membeli full bike sangat cocok.



    Gbr.01 Fullbike merk KONA



    Namun membeli sepeda full bike juga membuat sepeda kurang memiliki nilai personal, karena tidak pasti tidak sedikit orang lain yang memiliki sepeda sama dengan kita. Selain itu juga, untuk membeli sepeda full bike, kita juga mesti tahu bagaimana klasifikasi dan kekuatan komponen yang dipergunakan oleh sepeda itu. Saat di took pun kita sudah memiliki gambaran khusus mengenai sepeda yang memang kita butuhkan, sebab akan banyak pilihan yang beraneka ragam yang membuat kita bingung.



    Pilihan kedua adalah sepeda rakitan, bearti kita akan memilih komnponen dan merakitnya sendiri. Memang akan lebih merepotkan, tetapi kelebihannya, sepeda rakitan akan memiliki nilai kepuasan tersendiri bagi pemiliknya karena sesuai dengan keinginan dan gaya pribadi.



    Faktor yang harus diperhatikan dalam merakit sepeda adalah memahami kecocokan masinhg-masing komponen, karenanya membeli sepeda rakitan kurang disarankan bagi pemula. Mereka yang ingin merakit sepeda sendiri disarankan mengajak pehobi sepeda yang lebih senior. Proses perakitannya juga sebaiknya diserahkan kepada teknisi tokonya, kita hanya memilih komponen apa yang akan digunakan.




    Gbr 03. Front Fork


    Gbr 3. Frame - Hardtail


    Gbr.4 Groupset



    Untuk masalah kualitas, tentu akan sama saja antara mebeli jadi dengan rakitan, namun untuk masalah harga dengan tingkat komponen setara, biasanya sepeda full bike berharga lebih murah. Pasalnya, sepeda ini diproduksi secara massal , sehingga menekan biaya produksi. Sementara kalau merakit, tentu saja harga akan dihitung per komponen. Kecuali apabila kita merakit sepeda menggunakan frame bajakan (generik), maka harga sepeda rakitan menjadi jelas lebih murah. Frame bajakan adalah frame sepeda gunung dengan merk terkenal seperti Specialize, Schwinn, Kona, dan lain-lain, tetapi sebenarnya bukan buatan pabrik tesebut. Harga frame generic bisa 1/10 harga frame aslinya.





    Aman Berkendara MTB


    Besepeda di gunung tidak sama dengan bersepeda di jalan raya. Banyak teknik yang harus dipelajari dan harus diterapkan. Apalagi dengan tambahan trek downhill (turunan), berbatu, licin, berkelok, jurang dan sebagainya. Berikut yang harus anda persiapkan.
    1. Periksa Kesiapan anda

    Sepeda anda adalah soulmate anda. Jadi periksa ulang tunggangan anda mulai dari ukuran sepeda yang sesuai, rem, frame, gigi, sampai tekanan ban. Cek agar semuanya benar-benar siap tempur dan comfortable. Jika kita tidak pede dengan ukuran sepeda kita , bagaimana mungkin kita pede untuk ngebut?

    1. Gunakan Aksesori pengaman

    Selalu gunakan helm, kaca mata, sarung tangan, sepatu MTB, kalau perlu gunakan full body armor atau minimal shin/knee/elbow guard. Anda tentu tidak ingin debu atau serangga masuk ke mata anda? Atau dahan pohon mengenai kepala yang tanpa helm? Pikiran positif akan membuat lebih focus dan konsentrasi pada sepeda.


    1. Selalu waspada di depan anda

    Usahakan selalu melihat beberapa meter ke depan. Semakin cepat maka semakin jauh melihat ke depan, sehingga kita bias scan medan, serta punya waktu untuk membuat respons terbaik. Jangan terlalu focus pada satu titik, tetapi teruslah mencari medan terbaik di depan dan tetap konsentrasi , buatlah keputusan secepatnya.

    1. Bunny Hop

    Bunny hop sangat penting untuk mengubah arah atau melewati rintangan yang terlalu bumpy. Oleh karenanya banyak sekali MTB riders yang menyukai bunny hop. Jadi berlatihlah. Biasanya tidak diperlukan bunny hop tinggi dalam kecepatan tinggi.


    1. Biarlah sepeda bekerja untuk anda

    Terpenting adalah pastikan titik berat badan anda tetap di pusat sepeda. Selanjutnya biarkan sepeda yang menari-nari di bawah. Tangan tetap menggenggam handle bar dengan mantap, lengan dan kaki rileks tetapi siap meredam guncangan.

    Agar berat badan tetap pada pusat sepeda, usahakan untuk mengurangi duduk di sadel, Semakin tajam turunannya berarti posisi badan samakin mundur ke belakang sadel. Posisi ini akan memberi traksi lebih pada ban belakang dan tenaga pengereman sehingga meningkatkan control sepeda. Latihlah upper body dan kuda-kuda kaki. Kuda-kuda kaki juga penting untuk meredam guncangan.

    Label: , ,

    Senin, 03 Maret 2008
    Klasifikasi Fungsi Sepeda Gunung
    Jenis sepeda gunung utamanya ditentukan oleh frame, selain itu tentunya pemilihan komponen yang sesuai, seperti group set dan front shock. Ada beberapa jenis sepeda gunung berdasarkan tujuan penggunaannya.

    1. Cross Country (XC)

    Dirancang untuk lintas alam ringan hingga sedang. Didesain agar efisien dan optimal pada saat mengayuh dan menanjak di jalan aspal hingga jalan tanah pedesaan.





    2. All Mountain (AM)

    Dirancang untuk lintas alam berat, misalnya naik turun bukit, masuk hutan, melintasi medan berbatu, atau menjelajah medan off-road jarak jauh. Keunggulannya ada pada ketahanan dan kenyamanan untuk dikendarai. Hampir semua sepeda AM bertipe full suspension.



    3. Freeride (FR)

    Dirancang untuk mampu bertahan menghadapi drop off (jatuh dari lompatan) dan kondisi ekstrem sejenisnya. Bodinya kuat tetapi tidak secepat dan selincah All Mountain karena bobotnya yang lebih berat. Kurang cocok untuk dipakai jarak jauh.





    4. Downhill (DH)

    Dirancang agar dapat melaju cepa, aman, dan nyamandalam menuruni bukit dan gunung. Mampu menikung dengan stabil pada kecepatan tinggi dan selalu dilengkapi dengan suspensi depan dan belakang untuk meredam benturan.
    Tipe ini tidak mengutamakan kenyamanan mengayuh karena hanya dipakai untuk turun gunung. Difungsikan lebih kepada lomba sehingga selain kekuatan yang menjadi titik tekan dalam perancangannya adalah kecepatan.
    Untuk menuju, para downhiller tidak mengayuh sepeda mereka tetapi diangkut dengan mobil. Tidak efisien digunakan di dalam kota maupun cross country.

    5. Dirtjump (DJ)

    Nama lainnya adalah urban MTB. Penggemar jenis ini pada awalnya adalah anak muda perkotaan yang menggunakan sepeda gunung untuk ngebut di jalanan kota, juga melakukan atraksi ekstrem lompatan tinggi. Fungsinya mirip BMX tetapi dengan bentuk yang lebih besar. (donny/SINDO)

    Label:

    Subscribe to v-mac


    BlogFam.com

    Powered by Blogger

    Jangan asal "Copy-Paste", karena Blog juga hasil karya cipta.

    Jangan asal Copy-Paste